Jakarta, 30 September 2026 – Solo traveling semakin diminati karena memberikan kebebasan bagi wisatawan untuk menentukan tujuan, jadwal, hingga aktivitas selama perjalanan. Faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama ketika seseorang bepergian tanpa teman atau keluarga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 85,47 persen penduduk Indonesia pada 2025 merasa aman berjalan sendirian di area tempat tinggalnya. Angka tersebut berbeda di setiap provinsi dan dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat persepsi keamanan masyarakat, meski tidak secara khusus mengukur keamanan wisatawan. Selain keamanan, akses transportasi, penginapan, fasilitas publik, serta kemudahan menjangkau tempat wisata juga penting bagi solo traveler.
Yogyakarta menjadi salah satu kota yang kerap direkomendasikan untuk perjalanan seorang diri. Kota ini menawarkan kawasan wisata yang relatif mudah dijelajahi, mulai dari Malioboro, Keraton Yogyakarta, Taman Sari hingga berbagai destinasi kuliner. Pilihan penginapan tersedia dari kelas backpacker sampai hotel, sementara transportasi umum dan layanan transportasi berbasis aplikasi memudahkan mobilitas. Dari sisi persepsi keamanan, BPS mencatat 91,37 persen penduduk DI Yogyakarta pada 2025 merasa aman berjalan sendirian di lingkungan tempat tinggalnya. Kombinasi wisata budaya, fasilitas dan suasana kota membuat Yogyakarta menjadi salah satu pilihan menarik bagi pelancong mandiri.
Solo atau Surakarta juga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan ritme lebih santai. Destinasi seperti Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran, Pasar Gede dan kawasan kuliner memberikan banyak pilihan aktivitas yang dapat dilakukan secara mandiri. Kota ini berada di Jawa Tengah, provinsi dengan persentase penduduk yang merasa aman berjalan sendirian mencapai 91,92 persen pada 2025, tertinggi di Pulau Jawa berdasarkan data tersebut. Biaya perjalanan dan pilihan kuliner yang relatif beragam juga mendukung kebutuhan wisatawan dengan anggaran berbeda. Karakter kota yang tidak sebesar Jakarta atau Surabaya membuat perpindahan antarlokasi wisata relatif lebih sederhana bagi pelancong yang baru mencoba solo traveling.
Malang menjadi alternatif berikutnya, terutama bagi wisatawan yang menginginkan kombinasi wisata perkotaan dan alam. Kawasan pusat Kota Malang menyediakan akses menuju tempat kuliner, bangunan bersejarah hingga Kampung Warna-Warni Jodipan, sementara Batu dan kawasan Bromo dapat menjadi tujuan lanjutan. Jawa Timur mencatat 90,38 persen penduduk merasa aman berjalan sendirian di area tempat tinggal pada 2025. Malang juga dikenal sebagai salah satu basis perjalanan menuju berbagai destinasi populer di Jawa Timur sehingga pilihan transportasi dan penginapannya cukup beragam. Kondisi tersebut membuat kota ini praktis digunakan sebagai titik awal perjalanan seorang diri.
Denpasar dan kawasan wisata Bali juga banyak dipilih solo traveler karena infrastruktur pariwisatanya telah berkembang. Wisatawan dapat menemukan penginapan, restoran, layanan transportasi dan berbagai aktivitas dengan relatif mudah, sementara perjalanan dapat dilanjutkan menuju Ubud maupun kawasan pantai. Berdasarkan indikator BPS, sebanyak 86,74 persen penduduk Bali pada 2025 menyatakan merasa aman berjalan sendirian di area tempat tinggalnya. Meski demikian, pelancong tetap perlu memperhatikan keamanan barang pribadi, kondisi lalu lintas serta memilih transportasi dan penginapan yang jelas. Kemudahan menemukan fasilitas wisata menjadi salah satu alasan Bali tetap populer bagi orang yang bepergian tanpa rombongan.
Bandung melengkapi pilihan kota yang nyaman untuk solo traveling, terutama bagi pencinta wisata kuliner dan suasana perkotaan. Kawasan Braga, Asia Afrika, Dago hingga Riau menawarkan aktivitas yang dapat dilakukan sendiri tanpa membutuhkan perencanaan perjalanan yang terlalu rumit. Beragam hotel, hostel, kafe dan layanan transportasi juga tersedia di banyak bagian kota. Namun, data BPS menunjukkan persentase penduduk Jawa Barat yang merasa aman berjalan sendirian berada di angka 80,93 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Karena itu, seperti di kota besar lainnya, wisatawan tetap perlu menjaga barang bawaan dan lebih berhati-hati ketika berada di kawasan padat atau bepergian pada malam hari.
Lantas, bagaimana dengan Jakarta? Ibu kota tetap memungkinkan dijelajahi seorang diri berkat pilihan transportasi seperti MRT, TransJakarta dan KRL serta banyaknya kawasan wisata, pusat perbelanjaan dan fasilitas publik. Namun, jika menggunakan indikator BPS yang sama, DKI Jakarta mencatat 81,52 persen penduduk merasa aman berjalan sendirian pada 2025, berada di bawah rata-rata nasional 85,47 persen. Jakarta karena itu tetap dapat menjadi destinasi solo traveling, tetapi wisatawan perlu lebih memperhatikan situasi sekitar, terutama di kawasan padat, menjaga barang pribadi, dan memilih transportasi yang terpercaya ketika bepergian malam hari. Pada akhirnya, tidak ada kota yang sepenuhnya bebas risiko sehingga kesiapan, pemilihan lokasi menginap dan kewaspadaan pribadi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan seorang diri.




