Manggarai Barat, 7 September 2026 – DPD Partai Perindo Manggarai Barat menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa di Desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bantuan diberikan kepada warga yang masih menghadapi dampak gempa besar yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, perhatian juga diarahkan pada pemulihan tempat tinggal masyarakat yang mengalami kerusakan. Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat Hasanudin mendorong agar pendataan kerusakan rumah yang telah dilakukan pemerintah segera ditindaklanjuti dengan bantuan nyata. Pemulihan hunian dinilai penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan secara lebih aman dan normal.
Penyaluran bantuan dilakukan Hasanudin bersama jajaran Partai Perindo di Desa Nampar Macing pada Minggu, 6 September 2026. Bantuan yang dibawa berupa beras, minyak goreng, dan sejumlah kebutuhan rumah tangga lainnya yang dibutuhkan masyarakat selama masa pemulihan. Kehadiran bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi sebagian pengeluaran keluarga terdampak ketika aktivitas ekonomi mereka belum sepenuhnya kembali normal. Bencana membuat sebagian masyarakat harus membagi perhatian antara memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memperbaiki kerusakan tempat tinggal. Kondisi tersebut membuat dukungan logistik tetap dibutuhkan meskipun fase tanggap darurat telah berjalan selama beberapa pekan.
Hasanudin yang juga anggota Komisi III DPRD Kabupaten Manggarai Barat menilai pemulihan pascagempa tidak dapat berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan. Menurutnya, rumah merupakan kebutuhan mendasar karena menjadi tempat keluarga kembali membangun kehidupan setelah menghadapi bencana. Warga yang mengalami kerusakan berat perlu mendapatkan perhatian lebih agar tidak terlalu lama tinggal dalam kondisi hunian yang tidak layak atau mengandalkan tempat perlindungan sementara. Ia berharap hasil pendataan yang sebelumnya dilakukan pemerintah dapat segera memasuki tahap pelaksanaan. Dengan demikian, masyarakat memiliki kepastian mengenai proses rehabilitasi maupun rekonstruksi rumah mereka.
Dorongan tersebut muncul setelah pemerintah daerah melakukan asesmen terhadap kerusakan bangunan di berbagai wilayah Manggarai Barat. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sebelumnya telah menyatakan kesiapan bersama pemerintah pusat untuk menangani rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak. Tim verifikasi dan kaji cepat diterjunkan ke 164 desa serta lima kelurahan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap bangunan. Pendataan menjadi tahapan penting karena menentukan kategori kerusakan dan bentuk penanganan yang diperlukan untuk masing-masing rumah. Setelah proses verifikasi selesai, pemerintah diharapkan dapat mempercepat tahapan fisik pemulihan.
Data penanganan bencana menunjukkan dampak gempa di Manggarai Barat cukup luas. Sebanyak 36.102 warga dari 7.777 kepala keluarga tercatat terdampak, sedangkan jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 10.757 unit dalam kategori ringan, sedang, maupun berat. Besarnya jumlah bangunan terdampak membuat proses pemulihan membutuhkan perencanaan, sumber daya, serta koordinasi lintas lembaga. Perbaikan juga tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama karena tingkat kerusakan setiap rumah berbeda. Bangunan dengan kerusakan berat membutuhkan penanganan lebih menyeluruh untuk memastikan dapat kembali ditempati dengan aman.
Pemkab Manggarai Barat juga mempertimbangkan kemungkinan relokasi untuk permukiman yang berada di kawasan rawan pergerakan tanah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan rekonstruksi tidak mengembalikan masyarakat ke lokasi yang memiliki risiko bencana tinggi. Kampung Wae Dangka di Desa Racang Welak dan Kampung Robo di Desa Robo, Kecamatan Welak, termasuk wilayah yang telah ditinjau sebagai bagian dari pertimbangan relokasi. Kajian mengenai kondisi tanah dan tingkat keamanan kawasan diperlukan sebelum keputusan pemindahan masyarakat dilakukan. Prinsip membangun kembali dengan lebih aman menjadi penting agar investasi pemulihan tidak menimbulkan kerentanan baru pada masa mendatang.
Kunjungan Hasanudin ke Nampar Macing merupakan tindak lanjut arahan DPP Partai Perindo agar jajaran di daerah turun langsung melihat kondisi masyarakat pascabencana. Melalui kunjungan tersebut, kebutuhan warga dapat diketahui secara lebih dekat sekaligus menjadi bahan untuk mendorong langkah pemulihan berikutnya. Bantuan logistik diposisikan sebagai dukungan awal untuk membantu masyarakat melewati masa sulit. Namun, Hasanudin menekankan perhatian terhadap warga tidak seharusnya selesai setelah bantuan kebutuhan pokok diserahkan. Keluarga yang mengalami dampak paling berat dinilai perlu terus mendapatkan pendampingan hingga mampu kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Masyarakat Desa Nampar Macing menyambut bantuan tersebut sebagai dukungan yang membantu meringankan beban selama masa pemulihan. Salah seorang warga, Fernandus Papu, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada keluarga terdampak. Bagi masyarakat, bantuan bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga masih memiliki arti penting ketika sebagian sumber daya keluarga harus dialihkan untuk menghadapi dampak bencana. Pada saat yang sama, kepastian mengenai perbaikan rumah menjadi kebutuhan jangka menengah yang semakin mendesak. Semakin cepat hunian kembali aman, semakin besar kesempatan keluarga untuk memusatkan perhatian pada pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial.
Gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 menimbulkan dampak besar di sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Hingga akhir Agustus, jumlah pengungsi di wilayah terdampak tercatat mencapai lebih dari 188 ribu orang. Sebanyak 111 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara korban luka mencapai 1.631 orang yang terdiri atas korban luka berat dan ringan. Kerusakan rumah di berbagai wilayah NTT tercatat mencapai lebih dari 95 ribu unit. Besarnya dampak tersebut membuat proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu panjang serta keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi sosial, dan berbagai elemen masyarakat.
Setelah kebutuhan darurat semakin tertangani, perhatian penanganan bencana di Manggarai Barat kini secara bertahap bergerak menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Perbaikan rumah menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan keamanan dan keberlangsungan kehidupan keluarga terdampak. Pemerintah juga perlu menangani fasilitas umum yang rusak, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, jembatan, dan jaringan air bersih. Penyaluran bantuan logistik oleh Perindo Manggarai Barat menjadi salah satu bentuk dukungan dalam proses pemulihan tersebut. Sementara itu, percepatan realisasi perbaikan rumah diharapkan dapat memberikan kepastian kepada warga agar mereka tidak terlalu lama hidup dalam kondisi pascabencana.





