Jakarta, 25 Mei 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat dan panitia kurban untuk menggunakan besek bambu sebagai wadah pembagian daging kurban pada perayaan Iduladha tahun ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang selama ini menimbulkan peningkatan volume sampah saat momentum pembagian kurban. Pemprov menilai penggunaan besek tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pelestarian produk tradisional yang memiliki nilai ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Imbauan tersebut disampaikan kepada masjid, musala, organisasi masyarakat, hingga panitia kurban di berbagai wilayah Jakarta agar mulai beralih ke wadah yang lebih berkelanjutan. Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik dapat terus meningkat melalui kebiasaan sederhana seperti penggunaan kemasan alami.
Menurut pihak Pemprov DKI, penggunaan kantong plastik dalam jumlah besar setiap musim kurban sering menjadi penyumbang lonjakan sampah harian di ibu kota. Oleh sebab itu, penggunaan besek bambu dianggap sebagai solusi alternatif yang lebih aman bagi lingkungan karena mudah terurai secara alami. Selain besek, masyarakat juga dianjurkan memanfaatkan wadah lain yang dapat digunakan ulang seperti rantang atau tempat makanan pribadi saat mengambil daging kurban. Pemerintah daerah juga disebut akan menggencarkan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah selama perayaan hari besar keagamaan. Langkah tersebut merupakan bagian dari program pengurangan sampah plastik yang terus didorong di berbagai sektor kehidupan masyarakat Jakarta.
Sejumlah pengurus masjid dan panitia kurban menyambut positif imbauan tersebut meski mengakui masih ada tantangan terkait ketersediaan dan biaya pengadaan besek dalam jumlah besar. Namun mereka menilai penggunaan wadah ramah lingkungan memiliki manfaat jangka panjang yang lebih besar dibanding penggunaan plastik sekali pakai. Beberapa komunitas lingkungan bahkan mulai menginisiasi gerakan pengumpulan dan distribusi besek kepada panitia kurban di sejumlah wilayah. Selain membantu mengurangi sampah, penggunaan besek juga dinilai mampu menghidupkan kembali industri kerajinan bambu yang melibatkan pelaku usaha kecil di daerah. Dengan meningkatnya permintaan, sektor ekonomi kreatif berbasis kerajinan tradisional diharapkan ikut mendapatkan manfaat.
Pengamat lingkungan menyebut kebijakan semacam ini penting untuk membangun perubahan perilaku masyarakat secara bertahap. Momentum Iduladha dianggap menjadi kesempatan efektif untuk mengedukasi publik mengenai dampak penggunaan plastik terhadap lingkungan perkotaan. Mereka menilai perubahan kecil dalam pola distribusi daging kurban dapat memberikan dampak signifikan apabila dilakukan secara masif di berbagai daerah. Selain itu, penggunaan bahan alami seperti bambu juga mendukung konsep ekonomi sirkular yang kini mulai banyak diterapkan dalam kebijakan lingkungan modern. Pemerintah daerah pun didorong untuk terus memperluas kampanye penggunaan kemasan ramah lingkungan dalam berbagai kegiatan masyarakat lainnya.
Hingga menjelang pelaksanaan Iduladha, Pemprov DKI terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan pengurangan sampah plastik melalui penggunaan besek dan wadah ramah lingkungan lainnya. Pemerintah berharap kebiasaan tersebut dapat menjadi budaya baru yang diterapkan secara konsisten setiap tahun. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan selama proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban berlangsung. Dengan kolaborasi antara pemerintah, panitia kurban, dan warga, perayaan Iduladha diharapkan dapat berlangsung lebih tertib sekaligus lebih peduli terhadap lingkungan. Langkah sederhana seperti mengganti kantong plastik dengan besek pun dinilai dapat menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan perkotaan.







