Jakarta, 19 Mei 2026 – Seekor sapi kurban bernama Mayor dari kawasan lereng Cisarua menjadi perhatian publik setelah terpilih sebagai hewan kurban Presiden untuk perayaan Iduladha tahun ini. Sapi berukuran besar tersebut menarik perhatian karena kondisi fisiknya yang sehat, bobotnya yang mencapai ukuran ideal, serta proses perawatannya yang dilakukan secara intensif oleh peternak lokal. Terpilihnya Mayor disebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak di kawasan Cisarua karena menunjukkan bahwa peternakan lokal mampu menghasilkan hewan ternak berkualitas tinggi yang memenuhi standar nasional. Selain menjadi simbol perayaan Iduladha, pemilihan sapi kurban Presiden juga dinilai memberikan dampak positif bagi sektor peternakan daerah karena meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kualitas ternak lokal. Banyak warga sekitar turut antusias melihat sapi tersebut sebelum nantinya disalurkan untuk kepentingan ibadah kurban.
Pemilik sapi menjelaskan bahwa Mayor dirawat secara khusus sejak masih kecil dengan pengawasan kesehatan dan pola pakan yang teratur agar pertumbuhannya optimal. Pengamat peternakan menjelaskan bahwa kualitas sapi kurban biasanya dinilai dari kondisi kesehatan, postur tubuh, berat badan, hingga kelayakan secara medis sebelum dipilih untuk kebutuhan kurban berskala besar. Selain faktor fisik, proses perawatan dan kebersihan kandang juga menjadi perhatian penting dalam menghasilkan ternak berkualitas. Kawasan lereng Cisarua sendiri selama ini dikenal memiliki kondisi lingkungan yang cukup mendukung untuk peternakan karena udara yang relatif sejuk dan ketersediaan pakan ternak yang memadai. Oleh sebab itu, sejumlah peternak di wilayah tersebut mampu menghasilkan sapi dengan kualitas yang bersaing di tingkat nasional.
Menjelang Hari Raya Iduladha, aktivitas peternakan sapi kurban di berbagai daerah memang mulai meningkat cukup signifikan. Permintaan hewan kurban dari masyarakat maupun instansi pemerintah biasanya membuat peternak melakukan persiapan sejak jauh hari. Pengamat ekonomi pertanian menilai momen Iduladha menjadi salah satu periode penting bagi perputaran ekonomi sektor peternakan karena mampu meningkatkan pendapatan peternak lokal secara signifikan. Selain itu, pemilihan sapi lokal untuk kebutuhan kurban pejabat negara juga dinilai memberikan efek promosi yang positif bagi hasil peternakan dalam negeri. Banyak peternak berharap perhatian terhadap kualitas ternak lokal dapat terus meningkat agar sektor peternakan nasional semakin berkembang dan mandiri.
Keberadaan sapi kurban Presiden juga sering menjadi perhatian masyarakat karena dianggap mewakili simbol kepedulian sosial dan dukungan terhadap peternak daerah. Pengamat sosial menjelaskan bahwa tradisi pemilihan hewan kurban dari berbagai wilayah Indonesia memiliki makna penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat daerah. Selain aspek ibadah, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang cukup besar bagi peternak lokal yang terlibat. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas peternakan melalui pembinaan kesehatan hewan, distribusi bibit unggul, dan pengawasan penyakit ternak agar kualitas sapi lokal semakin meningkat.
Dengan terpilihnya sapi bernama Mayor sebagai hewan kurban Presiden, masyarakat di lereng Cisarua kini merasakan kebanggaan tersendiri atas hasil peternakan daerah mereka. Banyak pihak berharap momentum ini dapat semakin meningkatkan semangat peternak lokal untuk menghasilkan ternak berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional. Pengamat pertanian menilai dukungan terhadap sektor peternakan rakyat sangat penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah di masa mendatang. Menjelang Iduladha, kisah Mayor dari lereng Cisarua kini menjadi simbol bagaimana kerja keras peternak lokal dapat membawa hasil yang membanggakan hingga mendapat perhatian di tingkat nasional.







