Jakarta, 9 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto mengajak para pemimpin negara Asia Tenggara untuk memperkuat persatuan dan bersama-sama menegakkan hukum internasional dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Seruan tersebut disampaikan dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang dihadiri para kepala negara dan pemimpin kawasan.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa stabilitas kawasan Asia Tenggara tidak dapat dipisahkan dari penghormatan terhadap hukum internasional, kedaulatan negara, serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Menurutnya, ASEAN harus tetap menjadi kawasan yang mengedepankan perdamaian, kerja sama, dan penghormatan terhadap aturan internasional.
Presiden juga mengingatkan bahwa dunia saat ini menghadapi banyak tantangan geopolitik, mulai dari konflik bersenjata, sengketa wilayah, hingga ketidakpastian ekonomi global. Karena itu, negara-negara ASEAN dinilai perlu memperkuat solidaritas agar mampu menjaga stabilitas regional dan melindungi kepentingan bersama.
Pengamat hubungan internasional menilai pernyataan tersebut menunjukkan posisi Indonesia yang terus mendorong pendekatan diplomasi dan penyelesaian damai dalam berbagai konflik dunia. Indonesia selama ini dikenal aktif mendukung prinsip multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional dalam forum global.
Selain isu keamanan, para pemimpin ASEAN juga membahas kerja sama ekonomi, transformasi digital, ketahanan pangan, hingga stabilitas energi kawasan. Prabowo menilai kolaborasi antarnegara Asia Tenggara menjadi semakin penting di tengah persaingan geopolitik global yang terus meningkat.
Pengamat politik luar negeri menjelaskan bahwa ASEAN memiliki posisi strategis karena berada di kawasan dengan jalur perdagangan internasional penting dan menjadi titik perhatian banyak negara besar dunia. Karena itu, persatuan ASEAN dinilai penting agar kawasan tidak mudah terpengaruh konflik dan rivalitas kekuatan global.
Dalam forum tersebut, Indonesia juga disebut mendorong agar ASEAN tetap menjaga independensi dan tidak terjebak dalam polarisasi geopolitik internasional. Pendekatan dialog dan kerja sama dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Pemerintah berharap pertemuan ASEAN kali ini dapat menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat kerja sama regional sekaligus menunjukkan bahwa negara-negara Asia Tenggara tetap berkomitmen menjaga hukum internasional, perdamaian, dan stabilitas global di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.







