Jakarta, 20 Mei 2026 – Sejumlah pedagang seragam sekolah di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku mulai merasa was-was menjelang tahun ajaran baru karena kondisi penjualan yang dinilai belum menunjukkan peningkatan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal periode menjelang masuk sekolah biasanya menjadi momentum penting bagi para pedagang untuk memperoleh lonjakan pendapatan dari kebutuhan perlengkapan pendidikan. Beberapa pedagang menyebut daya beli masyarakat yang masih berhati-hati menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penjualan seragam tahun ini. Selain itu, persaingan dengan penjualan online dan perubahan pola belanja masyarakat juga disebut semakin terasa di pasar tradisional. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang khawatir target penjualan musim tahun ajaran baru tidak tercapai optimal.
Pengamat ekonomi mikro menjelaskan bahwa musim tahun ajaran baru selama ini menjadi salah satu periode penting bagi pelaku usaha perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, dan alat tulis. Namun dalam beberapa tahun terakhir, perubahan perilaku konsumen mulai memengaruhi pola transaksi di pusat perdagangan konvensional. Banyak masyarakat kini membandingkan harga melalui platform digital sebelum membeli sehingga persaingan harga menjadi semakin ketat. Selain itu, tekanan ekonomi dan prioritas pengeluaran rumah tangga juga membuat sebagian orang tua lebih berhati-hati dalam berbelanja kebutuhan sekolah anak.
Pedagang di Jatinegara mengaku berharap kondisi pasar mulai membaik mendekati masa pendaftaran ulang dan pembagian jadwal masuk sekolah. Pengamat perdagangan menjelaskan bahwa pusat grosir seragam sekolah seperti Jatinegara selama ini menjadi salah satu tujuan utama masyarakat karena menawarkan banyak pilihan dengan harga relatif bersaing. Namun perkembangan e-commerce membuat sebagian konsumen mulai beralih ke pembelian daring yang dianggap lebih praktis. Kondisi tersebut membuat pedagang konvensional perlu beradaptasi dengan strategi pemasaran baru agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan pasar.
Di sisi lain, kebutuhan seragam sekolah tetap dianggap sebagai kebutuhan utama menjelang tahun ajaran baru. Pengamat sosial menjelaskan bahwa pengeluaran pendidikan sering menjadi salah satu beban cukup besar bagi keluarga, terutama yang memiliki lebih dari satu anak sekolah. Oleh sebab itu, masyarakat cenderung lebih selektif dalam membeli perlengkapan sekolah dan mencari harga yang paling terjangkau. Banyak pedagang berharap adanya peningkatan aktivitas belanja mendekati awal tahun ajaran agar perputaran ekonomi di sektor perdagangan perlengkapan sekolah kembali menggeliat.
Kekhawatiran pedagang seragam di Jatinegara kini mencerminkan tantangan yang dihadapi pelaku usaha tradisional di tengah perubahan ekonomi dan pola belanja masyarakat. Banyak pihak berharap daya beli masyarakat dapat membaik sehingga aktivitas perdagangan menjelang tahun ajaran baru kembali ramai seperti sebelumnya. Pengamat ekonomi menilai adaptasi terhadap perkembangan digital dan strategi pelayanan yang lebih fleksibel akan menjadi faktor penting bagi pedagang tradisional untuk tetap bertahan dan berkembang di era persaingan modern.






