Milan, 6 November 2026 – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, melontarkan kritik keras kepada para pemainnya setelah Rossoneri menelan kekalahan 0-2 dari Ferencvaros pada lanjutan Liga Europa 2026-2027. Bermain di Stadion San Siro, Kamis (5/11/2026), Milan gagal menunjukkan performa yang diharapkan meski tampil di hadapan pendukung sendiri. Amorim menilai anak asuhnya tidak memperlihatkan ambisi, konsentrasi, dan semangat bertanding yang cukup. Kekalahan tersebut semakin memperburuk posisi Milan dalam persaingan menuju fase gugur kompetisi Eropa.
AC Milan sebenarnya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Inter Milan 3-1 dalam Derby della Madonnina. Namun, penampilan positif tersebut tidak berlanjut ketika menghadapi wakil Hungaria. Milan justru kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal dan gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran sepanjang babak pertama. Ferencvaros memanfaatkan situasi tersebut dengan tampil disiplin dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Dua gol Lenny Joseph pada babak kedua akhirnya memastikan kekalahan mengejutkan bagi tuan rumah.
Seusai pertandingan, Amorim tidak berusaha menutupi kekecewaannya terhadap penampilan para pemain. Pelatih asal Portugal itu menganggap performa Milan, terutama pada babak pertama, jauh dari standar yang seharusnya ditunjukkan klub sebesar Rossoneri. Ia menilai timnya melakukan terlalu banyak kesalahan sederhana dan memberikan kesempatan kepada lawan. Amorim juga mempertanyakan kesiapan mental pemain dalam menghadapi pertandingan penting setelah meraih kemenangan besar pada laga sebelumnya. Menurutnya, mengenakan seragam AC Milan berarti memiliki tanggung jawab untuk selalu tampil maksimal.
Amorim turut menyoroti ketidakmampuan timnya menjaga konsistensi ketika harus bermain dalam dua kompetisi berbeda. Ia mengakui bahwa Milan belum menunjukkan kesiapan untuk bersaing secara maksimal di Serie A dan Liga Europa secara bersamaan. Sang pelatih menilai persoalan utama bukan sekadar kualitas teknik ataupun keputusan melakukan rotasi pemain. Mentalitas, keberanian, dan keseriusan dalam menghadapi pertandingan justru menjadi perhatian terbesarnya. Ia meminta seluruh pemain memahami bahwa kemenangan pada pertandingan sebelumnya tidak menjamin hasil positif pada laga berikutnya.
Dalam pertandingan tersebut, Amorim melakukan enam perubahan susunan pemain dibandingkan ketika Milan mengalahkan Inter. Sejumlah pemain utama seperti Christian Pulisic dan Luka Modric kemudian dimasukkan pada babak kedua untuk meningkatkan kualitas permainan. Namun, perubahan tersebut tidak mampu membalikkan keadaan setelah Ferencvaros berhasil membangun keunggulan. Amorim menegaskan bahwa rotasi tidak dapat dijadikan alasan atas kekalahan karena pemain yang diturunkan dinilai memiliki kemampuan untuk memenangkan pertandingan. Ia juga mengakui tanggung jawabnya sebagai pelatih atas kegagalan mempersiapkan tim dengan baik.
Kekalahan dari Ferencvaros membuat AC Milan telah menelan tiga kekalahan dalam empat pertandingan awal Liga Europa musim ini. Hasil tersebut menempatkan Rossoneri dalam situasi sulit untuk mengamankan tiket menuju fase berikutnya. Amorim meminta para pemain meningkatkan kedisiplinan dan kesungguhan selama menjalani latihan. Ia bahkan menjadikan Strahinja Pavlovic sebagai contoh pemain yang menunjukkan komitmen tinggi dalam setiap sesi latihan. Menurutnya, seluruh anggota skuad harus memiliki semangat serupa apabila ingin memperbaiki performa tim.
Meski kecewa berat, Amorim menegaskan bahwa AC Milan tidak boleh menyerah dalam persaingan Liga Europa. Ia meminta seluruh pemain segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. Perbaikan mentalitas dan konsistensi menjadi pekerjaan utama agar Milan tidak kembali kehilangan poin penting. Sang pelatih juga menyadari bahwa tanggung jawab memperbaiki keadaan berada pada dirinya bersama seluruh anggota tim. Kekalahan dari Ferencvaros diharapkan menjadi pelajaran penting bagi Rossoneri untuk bangkit dan menunjukkan penampilan lebih baik pada pertandingan mendatang.




